Hujan Kenangan


Dingin menusuk tulang

Suasana sepi menambah dinginnya hati

Duduk termangu menatap hujan

Butir demi butir jatuh menuju permadani alam

Hei hujan, apakah kau pernah merasa kesepian?

Sepi yang bahkan sanggup membuatmu merana

Setidaknya

Bau tanah akibat perbuatanmu

Mengingatkanku akan kenangan lama

Kenangan yang bisa membuat hati tersenyum bahagia mengingatnya

By : omonamomo

Advertisements

Gadis Berkerudung Putih


Hari ini tidak seperti biasanya Roni pulang sekolah agak larut malam. Tugas kelompok yang menumpuk harus dia selesaikan hari ini juga karena besok harus dikumpulkan. Dengan letih, Roni mulai memacu sepeda motornya. Dia merasa agak aneh melewati jalan pulang pas larut malam sendirian.

Di ujung jalan terlihat tukang sate yang sedang berjualan. Untunglah, pikir Roni. Dia merasa lega ada orang disekitar sini. Tiba-tiba Roni merasa lapar. Dia pun berhenti di depan tukang sate.

“Pak, beli sate 1 porsi di makan di sini ya pak!” pesan Roni.

“Ya mas.” jawab Pak Sate sambil mulai membuatkan pesanan Roni.

Sambil menunggu pesanan, Roni iseng-iseng bertanya pada Pak Sate.

“Udah lama ya pak jualan di sini?”

“Udah mas. Sejak Bapak masih muda. Tapi akhir-akhir ini bapak tidak jualan setiap hari. Kecuali malam jumat, Bapak selalu jualan.”

“Lho? Kenapa pak?” tanya Roni penasaran.

“Entah kenapa setiap malam jumat bapak merasa tidak enak badan.” jelas Pak Sate.

“Ini mas sate ayamnya.” katanya sambil menyodorkan pesanan Roni.

“Terima kasih pak.”

Hari berikutnya, Roni harus pulang larut malam lagi. Dia berpikir ingin membeli sate ayam yang kemarin dia beli lagi. Di ujung jalan, tidak seperti kemarin, tidak ada tanda-tanda Pak Sate.

Continue reading